Motivasi Trading Forex

| Home | Free E-Card | Indonesian Radio | Free Ringtone Melodies | Techno & Trance | Free SMS | Free E-Mail | Underground | Shop | English Lyrics | Friend Date | News | Advertise |



Mampukah musuh besar investasi dilawan?

Apakah Anda tahu masalah terbesar yang menghalangi keberhasilan pemodal dalam berinvestasi di pasar berjangka? Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui bahwa masalah terbesarnya adalah diri sendiri! Meskipun terdapat banyak bentuk kerugian di pasar berjangka, hanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna memperoleh keuntungan dan bahkan lebih sedikit cara untuk menahannya. Investor biasanya mengeluarkan banyak uang setiap tahun untuk menghadiri seminar dan membeli buku, tetapi mereka sedikit meluangkan waktu dan tenaga untuk mempelajari perilaku-perilaku yang mendukung keberhasilan. Mengapa demikian? Karena peraturan investasi, metode-metode, dan indikator-indikator fundamental maupun teknikal yang bersifat spesifik, objektif, dan membutuhkan pengertian yang lebih dari sekadar hafal di luar kepala. Dengan kata lain, mudah dipelajari dan digunakan. Perilaku ataupun sikap yang mendukung keberhasilan, di sisi lain, sulit untuk dapat diketahui. Agak subjektif sifatnya, terkait dengan situasi dan kondisi, serta sangat tergantung dari investor itu sendiri karena setiap orang adalah unik dengan watak yang berbeda-beda. Karena alasan itu, tidak ada peraturan tertentu yang dapat dipergunakan investor. Seringkali, pemodal tidak dapat mengidentifikasi masalah yang memerlukan perbaikan. Jika tidak tahu apa yang perlu diubah, mereka pasti tidak terbuka dalam menerima nasihat teknis yang dapat membantu menuju satu perubahan. Ada banyak metode investasi yang menguntungkan dan hal itu berhasil. Cara terbaik supaya suatu metode bisa bekerja dengan baik adalah jika pemodal mengikuti sinyal-sinyalnya tanpa kebimbangan. Artinya, pemodal harus memenangkan pertarungan dalam diri sendiri terlebih dahulu sebelum me-raih keuntungan di pasar berjangka. Bagi investor yang mulai memerhatikan bagian mental dari berinvestasi di pasar berjangka, hasilnya akan bertambah baik dengan cepat. Sebaiknya Anda mencari jawaban untuk dua pertanyaan berikut ini. Pertama, bagaimana saya bisa bertambah baik sebagai seorang investor? Kedua, bagaimana bisa yakin bahwa parameter satu-satunya yang menyebabkan kekalahan atau kemenangan di pasar berjangka adalah metode yang saya miliki dan bukan diri sendiri? Rahasia berhasil Apakah Anda tahu jawabannya? Ya...pada dasarnya apa yang perlu dilakukan adalah mengubah diri sendiri, sehingga boleh dikatakan rahasia untuk berhasil di pasar berjangka tidak terletak dalam penemuan indikator yang luar biasa maupun metode yang rumit, melainkan dalam diri setiap investor. Walaupun demikian, kebanyakan pemodal pada umumnya akan membicarakan kepentingan dari aspek psikologis dalam berinvestasi dengan kata-kata manis dan hanya untuk basa-basi. Namun, pada kenyataan tidak melakukan apapun terhadapnya. Sebaliknya, ada investor yang telah berhasil melakukan lebih dari sekadar membicarakannya. Mereka melatih secara terus-menerus perilaku untuk melakukan hal yang benar selama berinvestasi. Secara sederhana dan singkat, hal yang benar adalah mengikuti metode yang telah diuji coba dan Anda percayai tanpa keraguan sedikitpun. Kenyataannya adalah apabila investor melatih diri sendiri untuk menjadi disiplin dan fokus dalam berinvestasi, pemodal itu tidak lagi membutuhkan metode terbaik dalam sejarah untuk berhasil dalam berinvestasi. Yang dibutuhkan hanya suatu metode yang memadai. Jadi, Anda boleh saja mempunyai metode yang luar biasa dan menerapkan peraturan manajemen resiko yang ketat, namun apabila tidak mengikutinya dengan baik, Anda tidak akan berhasil di pasar berjangka. Kunci untuk berhasil bukan metode yang dipergunakan, melainkan diri Anda sendiri! Pasar sebetulnya digambarkan seperti lautan, yang bergerak naik dan turun tanpa memerhatikan apa yang diinginkan. Pasar tidak mengetahui sama sekali keberadaan pemodal dan investor tidak dapat mengendalikan pasar lebih dari pada seorang pelaut yang ingin mengendalikan lautan. Namun, investor dapat mengendalikan perilaku atau sikap sendiri. Sudah diketahui dari pengalaman bahwa pada saat investor membiarkan perasaan mereka memengaruhinya secara berlebihan, pemodal cenderung membuat keputusan yang keliru dan mahal. Sebaliknya, investor yang belajar bagaimana perasaan mereka berdampak terhadap pengelolaan uang dan dapat mengendalikannya, maka mereka akan memperbaiki keuntungan secara signifikan. Sebagai kesimpulan, boleh dikatakan seorang investor sebaiknya melatih perilakunya terlebih dahulu sebelum memutuskan masuk ke pasar. Hal itu dilakukan supaya mampu mengendalikan perasaan saat bertransaksi. Ini bukan suatu pekerjaan yang ringan, tetapi bisa dan sedang dilakukan oleh investor-investor yang telah sukses. Pada kenyataan, tidak seorangpun akan mencapai sukses yang konsisten tanpa menguasai diri sendiri dan disiplin diri. Jika begitu, kenapa kebanyakan investor yang sering kalah atau menderita kerugian masih saja membicarakan persoalan yang penting ini, tetapi tidak melakukan apapun? Semoga Anda secepatnya dapat mengalahkan musuh terbesar dan mengendalikan perasaan dalam berinvestasi di pasar berjangka! (Hotman H - F.C.)

Mengalah untuk menang!

Untuk sukses di pasar berjangka maupun pasar modal, pemodal harus berani menerima nasib merugi, sebagai bagian dari permainan. Investor tidak dapat memperoleh uang jika tidak rela kehilangan kesempatan. Sementara itu, kebanyakan orang yang ikut menanamkan modalnya di pasar keuangan memiliki rasa yang tak sanggup kehilangan sebagian atau keseluruhan modalnya. Mereka ini seringkali masuk ke pasar dengan pengharapan yang kurang realistis. Mungkin hal ini terkesan kontradiktif untuk Anda, bukankah begitu? Namun, saya berani menjamin bahwa tidak ada resep yang lebih pasti selain siap kalah di pasar keuangan, daripada takut akan kehilangan uang. Apabila pemodal tidak siap dan rela untuk menerima kerugian, atau kehilangan sebagian modal, maka investor ini akan kehilangan berbagai kesempatan besar yang menguntungkan. Ini merupakan salah satu masalah besar yang akan membuat para pemilik dana merugi atau gagal di pasar. Selain itu, kebanyakan orang memandang kerugian sebagai suatu pukulan terhadap harga diri mereka, sehingga pihak yang berada di posisi ini cenderung tidak segera memangkas kerugiannya, dengan mencari 1001 alasan. Padahal sebelumnya, tidak sedikit dari mereka yang telah menentukan titik dimana, pemodal ingin memangkas kerugian, namun tidak merealisasikannya. Dengan kata lain, mereka sudah mengabaikan rencana atau metode investasi yang telah dibuat. Apapun metode yang digunakan, setiap transaksi itu akan mengalami kerugian dan keuntungan. Pada saat transaksi yang menguntungkan muncul terus-menerus, pemodal pasti menjadi termotivasi dan cenderung mencari alasan-alasan untuk mendapatkannya di transaksi berikutnya. Sebaliknya, pada saat transaksi mengalami kerugian yang berkelanjutan, investor tiba-tiba menjadi takut untuk melakukan transaksi berikutnya dan cenderung mencari berbagai alasan supaya terhindar untuk mengikuti metode mereka. Ancaman pemodal Apakah Anda tahu kenapa bisa sedemikian? Penyebabnya adalah pemodal memandang hasil investasi itu sebagai pantulan diri sebagai seorang individu. Pada umumnya hal ini akan menuntun pemodal kepada gerbang kehancuran dari hampir semua investor yang gagal. Penilaian pribadi yang negatif akan membuat investor berada di luar kendali secara emosional, yang selanjutnya menuntunnya untuk menyimpang dari metode serta peraturan investasi yang telah diuji coba sebelumnya. Untuk itu sebaiknya investor mengembangkan pola pikir yang menyebutkan seorang pemodal dapat berhasil, baik di saat mengalami beberapa transaksi yang merugikan ataupun yang menguntungkan. Kesan mengenai diri sendiri sebagai seorang investor yang sukses akan mendorong kesiapan pemodal untuk melewati periode yang merugikan dan menyongsong periode yang menguntungkan. Sebagai kesimpulan, pisahkan diri Anda secara emosional dari jumlah untung atau rugi yang diraih dalam sehari dan lihat saja hasil akhirnya dalam jangka panjang. Dalam buku Reminiscences of a Stock Operator (yang ditulis oleh Edwin Lefevre tentang seorang spekulan kawakan yang bernama Jesse Livermore. Penulis menggambarkan risiko dalam berinvestasi sebagai berikut: Pertama, di antara tantangan berinvestasi, kejadian dari sejumlah hal yang tidak terduga dan tidak bisa diperhitungkan tergolong tinggi. Ada kesempatan tertentu yang tepat untuk diambil oleh orang yang paling hati-hati sekalipun. Kesempatan itu diambil apabila mereka ingin menjadi lebih dari sekadar seseorang investor yang biasa-biasa saja. Kedua, tantangan pasar yang normal tidak lebih buruk dari pada sejumlah risiko orang yang pergi dari rumahnya dan menyeberangi jalan atau pergi naik kereta api. Ketika saya merugi karena terjadi beberapa perkembangan yang tidak seorangpun bisa memprediksi, saya tidak akan merenungkannya lebih banyak dari pada saya bermimpi suatu badai pada saat yang tidak menyenangkan. Hidup itu yang berawal dari masa kanak-kanak hingga ke kuburan adalah suatu spekulasi. Apa yang terjadi terhadap saya, seuatu yang tidak bisa diperkirakan, karena saya tidak memiliki bakat untuk meramalkan masa depan yang pasti. Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada yang sempurna-termasuk metode yang Anda pergunakan dalam berinvestasi-dan setiap orang pasti akan membuat kesalahan, jadi pangkaslah kerugian Anda ketika masih kecil. (Hotman H - F.C.)

Your Ad Here

Copyright © 2000-2007 Cyber Horas Inc. All rights reserved.
For comments of this web site, please e-mail Webmaster